"Time is money and money is time"
Ketika hati mulai merasa tak hidup. Maka
mulailah kebodohan muncul sebagai sebuah tolak belakang dari ketaatan. Andai
aku mengetahui dan berhasil melakukan kebaikan itu, niscaya aku bertaqwa
meninggikan drajat diri serta ciptaan. Berelegi, guna menghindari segala naif
yang mengelilingi mengganggu, qolbu dengan kecintaannya terhadap munajat.
Sesungguhnya memimpin adalah jalan untuk menderita. Action speak louder than
word. Don’t just dreaming, act now. Everybody knew that everything will end at
the end of the day. But, it’s no legitimacy to crushing prematurely. Long time
ago, God had gave me a lesson by philosophy practically shown in reality. But,
life must go on and never stopped except they want. Many people insulting one
another although in the other hand understanding mutually without asking
apologize. Dunia begitu luas dan penuh sesak lagi tua renta di tengah-tengah
perjalanan, semoga tak terhenti di jegal preman di jalan. Aku takkan mengatakan
slamat tinggal sebelum kupenuhi tanggunganku dan kucukupkan semuanya. Semua
yang diperintahkan sebelum yang dijanjikan datang. Sebab itu sebagai pemicu,
detonator, sebagian dari sebab wajibnya guna menimbulkan sejatinya kebaikan.
Apalagilah, ketika buku itu dibakar. Segala kata-kata pembentuk pembangun
anestesi, imaginasi, logika, kulit kacang, balsem minyak gosok yang di ciptakan
dengan bayaran waktu itu ludes. Abunya mulia, sebagaimana si pencatat pena,
peludah tanaman buah-buahan pemenuh kebutuhan jiwa. Desember itu, keperhatikan
dia, mereka, dan juga kita, lalu si kami. Mereka menetaskan beberapa hal
positif, tinggi juga berbahasa kalbu yang tak perlu berucap hanya dengan mata
saja bahkan. Tidaklah seseorang memiliki nurani kecuali dididik oleh seseorang
yang memiliki nurani pula. Hanya satu paragraf, tapi cukup menggambarkan
bagaimana dia bergigih melawan kesombongan para pesombong. Catatanya rapi,
tapilah hidup, dunia, langit, pentol korek, potongan bijih sawi takkan usai
dijelaskan dalam satu dua lembar kertas atau satu dua jam ngobrol. Berbagai
perspektif yang timbul, muncul, dipuja, dielu-elukan demi pengakuan hitam
diatas putih. Bagi mereka yang cukup hanya tinta dan kertas, yang aku sendiri
merasa aneh sebenarnya namun itulah kenyang, kenyataan maksudku. Suatu saat,
ketika Pandawa lima duduk dalam satu meja bersama Spiderman, Zoro, Iron man,
Cangcuters, Albert Enstein, Soekarno, Gandi, sampai SBY sambil sesekali
menyeruput kopi setelah berkata ciiissss?. Sesegera, mwnjelang bubar ada yang
usul untuk mengakhirinya dengan yasin dan tahlil sampai terjadi cekcok karena
yang lain menolak. Menganggap langit akan runtuh saat itu juga, sebagai refleksi
dari keputusasaan pencarian solusi yang tak pernah usai agar masalah enyah dari
negeri. Sulitnya merendahkan hati kiranya sebanding memang dengan hadiah
absolut tersebut. Terasa aneh jika hanya berbaring memandangi langit menghitung
bintang-bintang sampai mendapati hasil yang paling akurat. Namun, mengingatkan
diri bahwa waktu terus berjalan merupakan suatu kebaikan. Sudah jutaan orang
menyesali kelalaian mereka. Menyia-nyiakan yang seharusnya tak dapat ditukar
dengan apapun jua selain jaminan setimpal dari iman. Generasii itu sekarang
telah berubah jauh sebagaimana yang telah diprediksikan. Mereka dijejali dengan
jamuan yang tak seharusnya. Sesungguhnya aku ingin marah pada mereka para
algojo goblok bin tolol yang beromong besar tanpa sedikitpun tindakan kecuali
kebodohan. Sok yang berlebihan itu secara pasti menggelincirkannya kepada
keharaman yang kekek neneknya pun tak menginginkannya. Ingin rasanya memanjat
dinding-dinding benteng kekufuran, namun tanpa peta ajaib itu serasa tak
mungkin. Tidak mau menerima sedekah dan hanya menerima hadiah. Bagian dari
sekenario terbunuh yang oleh para pemikir sesat dibenarkan. Keperawanan diadu
dengan kertas bergambar dimana dicari semua orang dengan penukaran keringat,
waktu, senyuman penjilat, politi penuh harmonis. Susah menebak isi otaknya,
tapi entahlah yang aku tahu aku suka dia bukan karena bungkus gemerlap pakaian,
gemerincing gelang, rajutan benang emas, dan ocehan tak tentu benar si pengicau
kelas hubungan internasional, managemen, seni, kekotoran atau pemberhentian
diseberang jalan merdeka itu. Semalam suntuk, mendengar ajaran sinar yang
berbicara atas nama petinggi. Sejarah berucap yang sudah terjadi mengobaor-obor
yang seharusnya dilakukan. Membekukan yang cair atau mencairkan yang beku
mengeruk yang berjamur lantas menyortirnya menjadi emas batangan terpuji. Dari
sudut kota-kota paris, dibawah menara eifel setinggi lebih 300 meter aku berdoa
supaya diriku enyah dari gemerlap patung, lampu taman, hiasan dan berpindah
sekejap plash!, berhenti terdiam disamping ka’bah yang menjulang dikelilingi
orang thawaf. Wajahnya hangat, sehangat sahabat pena yang waktu itu sedang
berdiri gugup diatas penggung-panggung dunia sambil tersipu malu meneguhkan
diri berusaha menyapa penonton. Yang gara-gara pakunya lepas, tapal kuda tak
bisa dipasang, gara-gara tapal kuda lepas kuda tak bisa berlari, gara-gara kuda
tak berlari surat tak terkirim, gara-gara pesan tak terkirim akhirnya kalah
perang. Sang jendral akan hanya tinggal nama, sang raja akan berhenti bangga,
kota negara wanita anak-anak jadi budak dan makhluk yang direncanakan hanya
bisa berkoar ita itu sambil menghisap ganja, mofin, sabu, kacang panjang kali
sekarang, buruk sekali perumpamaan itu. Jika tidak mengerti filsafat maka tidak
hebat, duh yang lain berkata mengerti filsafat saja tidak cukuplah. Mulai dari
urban dan suburban peran media, tegukan si petani, tukang ceramah warung,
penjoget dengan ketipungnya, lalu pengangkat besi sebagai bentuk insomnia
penjara. Meskipun tanpa paragraf, yangpenting enak dibaca daripada mencium bau
kakiku. Lugas, cerdas, berdedikasi, lembut, luhur, penyabar, diatas pelangi
mimpi guna bersorak-sorai menanti seperti kupu-kupu, setia menanti hujan reda.
Bagi orang bijak dan pintar, seperti tak perlulah rasanya membaca buku mulai
dari kata pengantar sampai daftar pustaka, dengan dalih musababiyah cukup baca
judulnya saja. Bolehlah membenci spesialisasi ilmu yang mengkotak-kotakkan
paket hemat pendidikan lalu mengecernya, menjual secara retail. Itu sepertinya
kurang bijaksana bagi seorang pemimpi besar, pemikir besar, pendengar besar,
pembaca besar, penindak besar, pengvisi besar, selebih pembicara besar tanpa aksi tapi.
Dikonstruksikan seperti sudah merasa paling sempurna padahal sesungguhnya
tidak. Itulah mereka yang sebenar-benarnya telah secara tidak sengaja tercuci
otaknya, fikiranya, hatinya, cintanya, batangnya, teracak-acak, segala negatif
akan menuju positif. Akulah datang untuk belajar, bukan untuk mengajar, tapi aku
dipaksa. Apa salahku yang tak pernah memusuhimu engkau dzalimi, pantaskan aku
melontarkan pembelaan. Meskipun aku mengetahui dirimulah orang baik, aku akan
menunggu, aku akan menunggu sampai tiba waktunya. Sebab aku tahu waktu itu akan
datang, pasti. Berbekal secarik kebisuan, orang akan selamat dengan mencoba
melawan tanggung jawab yang timbul dari suara nyaring lidah. Cobalah berjalan
diatas awan, berpura-pura, bersandiwara, pada segala kebodohan yang sudah akut
dan mengalami komplikasi. Satu cepet posisi presisi akan lebih bermanfaat
kawan, percayalah. Adakah memandang mata saja mengerti maksud, sepi, garing,
tertawa semua orang gila didunia ini. Jalan-jalan akan teraspal semuanya lalu
robot akan lebih dipuja daripada manusia. Tak hidup dan bergerak sebelum
digertak, bahasan praksiologis psikologis bak urusan-urusan disegala penjuru di
ikat jadi satu lalu dibebankan dipunggung, pikirkan bagaimana rasanya. Berasa diotak
tak berasa dihati, bagaiman itu begitu variatif dan minim kebenaran.
Singkirkanlah borok lengan mereka, mereka siapa?, ya berfikirlah, kau kan punya
otak, untuk apa?. Kunci dari keberhasilan itu terletak dilaci sebelah atas
pinggir lemari disamping loteng. Katanya, tapi mereka tak pernah menemukannya
walau akhirnya terkejut, melihat tapi se-ombyok. 19 penjuru mata angin
jumlahnya mungkin kebanyakan, tapi keseimbangan milik mereka memang delapan.
Jangan bertanya maksud, pahamilah sendiri, sebab bertanya boleh jadi sebab
tidak tahu tapi juga kadang bertafsir ngetes. Jangan bimbang, banyak filsuf
menafsirkan dunia tapi sedikit dari mereka yang berusaha mengubahnya, menjadi
lebih baik tentunya. Andaikan semua manusia tahu bagaimana cara mencintai, dan
bagaimana cara untuk saling mencintai tentulah semua bahagia. Mengalir
bermiliar cahaya, aksara, jendela, kompor, fantasi beretorika tiada henti yang
tanpa akal tak jadi. Apa sebenarnya akar dari segala kejahatan, nafsu itukah?,
memang kurang ajar mereka, mengganggu saja. Anjing mereka menggonggong,
meraung, berkokok, tapi diam saat tidur, ya mestilah bagaimana bisa bicara jika
tak sadar dulu. Kumpulan sajak, puisi, insan kamil, kerinduan, nestapa, merawat
beberapa keanehan bagi yang tidak atau belum mengerti, apa itu arti
sesungguhnya hidup. Habis terkuras semua tenaga demi hal tak berguna, seperti
begadang yang tak perlu kata embah Rhoma. Ruhut Sitompul, Sutan Batoeghana
jancok orang gila biawak, sebenarnya ingin membangun atau menghancurkan bangsa
ini, apalagi SuraBuaYa yang gak jelas kebijakanya. Polesan mega mendung es
kopyor, jentik-jentik nyamuk yang diberantas kepala desa. Bolehlah, kan pak
lurah tujuannya membangun bangsa. Uang atau airkah yang mengalir, to the poin,
jangan membingungkan. Jika pabrik-pabrik tak lagi menghasilkan keringat yang
diperas, dan elit sadar, muncul sense of crises. Senin, selasa, rabu, dan kamis
akan ngerumpi, bergosip, makin digosok makin sip, balas membalas dengan jum’at,
sabtu, minggu. Berjalan, merangkak, atau berlari bersama adidaya adikuasa
komplotan kartel jebolan rumah sakit jiwa di cebongan, hehe. Hakim, jaksa,
pengacara tak pernah jera meskipun keadilan telah ditegakkan oleh para preman,
penjahat, bandit kelas kakap kelas teri, dan pencoleng ayam mbok darmi pembuat
susu kuda liar. Mau dibawa kemana Indonesia di dalam sakumu itu, apa kau mau
masukkan ke celana dalamu?, memang kau mau?, sori-sori jangan ngeres ya?.
Bauran pengetahuan itu melintas silih berganti, kakinya lelah, matanya belok
terbelalak ketap ketop tapi kecerdasannya lebih tinggi dari Alfa Edison sang
raja penemu. Kimia unsur plus biologi sama dengan matematika, ah nggak mungkin.
Merawat orang tua renta jelas mulia dari memandang rembulan tanpa hikmah. Apakah
esok pagi akan seperti hari ini, atau hari ini akan seperti esok pagi. Banyak
baca buku akan menyibak cakrawala, tapi jangan lupa membaca segala. Dunia
ibarat buku, barang siapa tidak bepergian dia hanya membaca satu halaman saja.
Indah, ganteng, cantik, baik, buruk, itu kata orang temanya si Relatif. Tapi
sesat dan bodohnya mereka tak tau pengukurnya, lebih-lebih ukurannya, dan cara
ngukurnya kali. Gestur jika terbaca bisa jadi bahaya bagi diri sendiri, api
membakar yang terbakar. Jika kecil lebih berguna meski besarnya bisa makan
semua entah harus telfon 112, 221, 122 atau 211, yang jelas bukan 212 yaa.
Karena yang datang Wiro Sableng nanti, boncengan sama gurunya yang gendeng. Aku
takkan membacanya setelah itu sampai kapanpun sebab begitulah, demikian
prinsipnya bos. Apakah sbenarnya hitam, putih, atau abu-abu, yang paling
merusak tujuan, pilihan baik, harmoninya padi juga pohon kurma sehingga di
sudutkan. Tong sampah itu sama dengan kuntilanak yang menakut-nakuti warga kota
karena membawa kutukan berbonus petaka berhadiah satu piring cantik pertumbuhan
ekonomi tapi berbuntut polusi, liar, duplek, rontok pohonan, kesialan berujung
kesengsaraan belaka. Tak bertuah, hilang diterkam angin, menjadi satpam bagi
temanya hansip menuntut sanguis, bukan-bukan, maksudku melankolis, hmm. Ketika
raja ARDATH menagisi anaknya MARLBORO yang diculik oleh kawanan perompak geng
motor bertitel S. Ag, sori salah lagi, bertitel DUNHILL (Dunia Hilir mudik)
yang dipimpin DJISAMSOE, bukan IWAN FALS, lalu disekap di GUDANG GARAM sampai
di cokot-cokot nyamuk yang menusuk seperti DJARUM dan tikus hingga badanya pada
BENTOEL. Mulai dari saat sang SURYA terbit sampai para STAR (mild) hadir
berkali-kali selama 76 (tujuh enam) hari. Sampai akhirnya diselamatkan oleh
pahlawan kesiangan berpangkat kopral dari ras kulit BLACK bejuluk APACHE berkuda
hitam bernama KANSAS sehingga sang raja kembali bahagia dan berkata pada
prajuritnya, kerjamu SAMPOERNA lalu memberinya penghargaan berupa lencana
DJADJA serta menobatkanya sebagai pahlawan SEJATI. Melodi gubahan mozart dipadu
dengan karawitan ala Gesang barangkali akan menghasilkan suara indah seperti
campuran kicau kenari dan cucak rowo. Sesuatu diluar diri kita seringkali
menerka-nerka membawa berbagai ketakutan, ancaman, prasangka, tapi sudahlah,
itu takkan berpengaruh jika anda punya iman pada Ilahi. Sepatu hak tinggi yang
di pakai beckam mencetak goal sekarang digantung, gantung sepatu diakhir musim
2013. Gantung sepatu kiasan bagi pemain bola, kalo dia PSK berarti mestinya
bahasanya kalo gak gantung BH, yang notok gantung sempak, bener gak?. Ketika di
tanya tentag filosofi telur orang pertama bilang, telur mencerminkan bahwa
generasi tumbuh silih berganti. Orang kedua bilang, telur harus dirawat dengan
baik agar setelah menetas menjadi ayam mudah didik ayamnya. Yang ketiga asal
nyahut, ini yang paling bijaksana, kayaknya siih, soalnya wajahnya meyakinkan,
dia jawab, telur harus segera diceplok selama masih segar kalo tidak ya
belungker, busuk!(kadaluarsa). Ceritalah tentang tiga orang buta yang melihat
gajah, karena banyak manfaatnya, membebaskan dari belenggu keterbatasan sudut
pandang. Jika memang jatuh cinta, maksudku cinta, itu buta, orang yang cinta
bakal, bakal apa ya, entahlah. Jangan terlalu banyak berulang kali bilang dsb,
dll, sesuatu, dkk, tapi mohon bicaralah lebih jelas. Sepedah roda tiga yang
diimpikan para balita temtu akan terasa bak barang mewah, bak limosin, dan
cukup boleh gaul dan merasa bergensi bagi siapa saya kacung yang memilikinya.
Sebagian dari tanda-tanda naksir itu baru duduk-duduk sebentar biasanya sudah
tidak nyaman, rasanya deg-deg ser, mirip tanda-tanda wasir ya.
Dari : Bayi berlari
Mahasiswa
Hubungan Internasional

No comments:
Post a Comment
Please comment by your kindness....thanks for your visit... : )