Saturday, June 15, 2013

Tanpa judul, Jika memaksa, sebatang kiasan

"Time is money and money is time"


Ketika hati mulai merasa tak hidup. Maka mulailah kebodohan muncul sebagai sebuah tolak belakang dari ketaatan. Andai aku mengetahui dan berhasil melakukan kebaikan itu, niscaya aku bertaqwa meninggikan drajat diri serta ciptaan. Berelegi, guna menghindari segala naif yang mengelilingi mengganggu, qolbu dengan kecintaannya terhadap munajat. Sesungguhnya memimpin adalah jalan untuk menderita. Action speak louder than word. Don’t just dreaming, act now. Everybody knew that everything will end at the end of the day. But, it’s no legitimacy to crushing prematurely. Long time ago, God had gave me a lesson by philosophy practically shown in reality. But, life must go on and never stopped except they want. Many people insulting one another although in the other hand understanding mutually without asking apologize. Dunia begitu luas dan penuh sesak lagi tua renta di tengah-tengah perjalanan, semoga tak terhenti di jegal preman di jalan. Aku takkan mengatakan slamat tinggal sebelum kupenuhi tanggunganku dan kucukupkan semuanya. Semua yang diperintahkan sebelum yang dijanjikan datang. Sebab itu sebagai pemicu, detonator, sebagian dari sebab wajibnya guna menimbulkan sejatinya kebaikan. Apalagilah, ketika buku itu dibakar. Segala kata-kata pembentuk pembangun anestesi, imaginasi, logika, kulit kacang, balsem minyak gosok yang di ciptakan dengan bayaran waktu itu ludes. Abunya mulia, sebagaimana si pencatat pena, peludah tanaman buah-buahan pemenuh kebutuhan jiwa. Desember itu, keperhatikan dia, mereka, dan juga kita, lalu si kami. Mereka menetaskan beberapa hal positif, tinggi juga berbahasa kalbu yang tak perlu berucap hanya dengan mata saja bahkan. Tidaklah seseorang memiliki nurani kecuali dididik oleh seseorang yang memiliki nurani pula. Hanya satu paragraf, tapi cukup menggambarkan bagaimana dia bergigih melawan kesombongan para pesombong. Catatanya rapi, tapilah hidup, dunia, langit, pentol korek, potongan bijih sawi takkan usai dijelaskan dalam satu dua lembar kertas atau satu dua jam ngobrol. Berbagai perspektif yang timbul, muncul, dipuja, dielu-elukan demi pengakuan hitam diatas putih. Bagi mereka yang cukup hanya tinta dan kertas, yang aku sendiri merasa aneh sebenarnya namun itulah kenyang, kenyataan maksudku. Suatu saat, ketika Pandawa lima duduk dalam satu meja bersama Spiderman, Zoro, Iron man, Cangcuters, Albert Enstein, Soekarno, Gandi, sampai SBY sambil sesekali menyeruput kopi setelah berkata ciiissss?. Sesegera, mwnjelang bubar ada yang usul untuk mengakhirinya dengan yasin dan tahlil sampai terjadi cekcok karena yang lain menolak. Menganggap langit akan runtuh saat itu juga, sebagai refleksi dari keputusasaan pencarian solusi yang tak pernah usai agar masalah enyah dari negeri. Sulitnya merendahkan hati kiranya sebanding memang dengan hadiah absolut tersebut. Terasa aneh jika hanya berbaring memandangi langit menghitung bintang-bintang sampai mendapati hasil yang paling akurat. Namun, mengingatkan diri bahwa waktu terus berjalan merupakan suatu kebaikan. Sudah jutaan orang menyesali kelalaian mereka. Menyia-nyiakan yang seharusnya tak dapat ditukar dengan apapun jua selain jaminan setimpal dari iman. Generasii itu sekarang telah berubah jauh sebagaimana yang telah diprediksikan. Mereka dijejali dengan jamuan yang tak seharusnya. Sesungguhnya aku ingin marah pada mereka para algojo goblok bin tolol yang beromong besar tanpa sedikitpun tindakan kecuali kebodohan. Sok yang berlebihan itu secara pasti menggelincirkannya kepada keharaman yang kekek neneknya pun tak menginginkannya. Ingin rasanya memanjat dinding-dinding benteng kekufuran, namun tanpa peta ajaib itu serasa tak mungkin. Tidak mau menerima sedekah dan hanya menerima hadiah. Bagian dari sekenario terbunuh yang oleh para pemikir sesat dibenarkan. Keperawanan diadu dengan kertas bergambar dimana dicari semua orang dengan penukaran keringat, waktu, senyuman penjilat, politi penuh harmonis. Susah menebak isi otaknya, tapi entahlah yang aku tahu aku suka dia bukan karena bungkus gemerlap pakaian, gemerincing gelang, rajutan benang emas, dan ocehan tak tentu benar si pengicau kelas hubungan internasional, managemen, seni, kekotoran atau pemberhentian diseberang jalan merdeka itu. Semalam suntuk, mendengar ajaran sinar yang berbicara atas nama petinggi. Sejarah berucap yang sudah terjadi mengobaor-obor yang seharusnya dilakukan. Membekukan yang cair atau mencairkan yang beku mengeruk yang berjamur lantas menyortirnya menjadi emas batangan terpuji. Dari sudut kota-kota paris, dibawah menara eifel setinggi lebih 300 meter aku berdoa supaya diriku enyah dari gemerlap patung, lampu taman, hiasan dan berpindah sekejap plash!, berhenti terdiam disamping ka’bah yang menjulang dikelilingi orang thawaf. Wajahnya hangat, sehangat sahabat pena yang waktu itu sedang berdiri gugup diatas penggung-panggung dunia sambil tersipu malu meneguhkan diri berusaha menyapa penonton. Yang gara-gara pakunya lepas, tapal kuda tak bisa dipasang, gara-gara tapal kuda lepas kuda tak bisa berlari, gara-gara kuda tak berlari surat tak terkirim, gara-gara pesan tak terkirim akhirnya kalah perang. Sang jendral akan hanya tinggal nama, sang raja akan berhenti bangga, kota negara wanita anak-anak jadi budak dan makhluk yang direncanakan hanya bisa berkoar ita itu sambil menghisap ganja, mofin, sabu, kacang panjang kali sekarang, buruk sekali perumpamaan itu. Jika tidak mengerti filsafat maka tidak hebat, duh yang lain berkata mengerti filsafat saja tidak cukuplah. Mulai dari urban dan suburban peran media, tegukan si petani, tukang ceramah warung, penjoget dengan ketipungnya, lalu pengangkat besi sebagai bentuk insomnia penjara. Meskipun tanpa paragraf, yangpenting enak dibaca daripada mencium bau kakiku. Lugas, cerdas, berdedikasi, lembut, luhur, penyabar, diatas pelangi mimpi guna bersorak-sorai menanti seperti kupu-kupu, setia menanti hujan reda. Bagi orang bijak dan pintar, seperti tak perlulah rasanya membaca buku mulai dari kata pengantar sampai daftar pustaka, dengan dalih musababiyah cukup baca judulnya saja. Bolehlah membenci spesialisasi ilmu yang mengkotak-kotakkan paket hemat pendidikan lalu mengecernya, menjual secara retail. Itu sepertinya kurang bijaksana bagi seorang pemimpi besar, pemikir besar, pendengar besar, pembaca besar, penindak besar, pengvisi besar,  selebih pembicara besar tanpa aksi tapi. Dikonstruksikan seperti sudah merasa paling sempurna padahal sesungguhnya tidak. Itulah mereka yang sebenar-benarnya telah secara tidak sengaja tercuci otaknya, fikiranya, hatinya, cintanya, batangnya, teracak-acak, segala negatif akan menuju positif. Akulah datang untuk belajar, bukan untuk mengajar, tapi aku dipaksa. Apa salahku yang tak pernah memusuhimu engkau dzalimi, pantaskan aku melontarkan pembelaan. Meskipun aku mengetahui dirimulah orang baik, aku akan menunggu, aku akan menunggu sampai tiba waktunya. Sebab aku tahu waktu itu akan datang, pasti. Berbekal secarik kebisuan, orang akan selamat dengan mencoba melawan tanggung jawab yang timbul dari suara nyaring lidah. Cobalah berjalan diatas awan, berpura-pura, bersandiwara, pada segala kebodohan yang sudah akut dan mengalami komplikasi. Satu cepet posisi presisi akan lebih bermanfaat kawan, percayalah. Adakah memandang mata saja mengerti maksud, sepi, garing, tertawa semua orang gila didunia ini. Jalan-jalan akan teraspal semuanya lalu robot akan lebih dipuja daripada manusia. Tak hidup dan bergerak sebelum digertak, bahasan praksiologis psikologis bak urusan-urusan disegala penjuru di ikat jadi satu lalu dibebankan dipunggung, pikirkan bagaimana rasanya. Berasa diotak tak berasa dihati, bagaiman itu begitu variatif dan minim kebenaran. Singkirkanlah borok lengan mereka, mereka siapa?, ya berfikirlah, kau kan punya otak, untuk apa?. Kunci dari keberhasilan itu terletak dilaci sebelah atas pinggir lemari disamping loteng. Katanya, tapi mereka tak pernah menemukannya walau akhirnya terkejut, melihat tapi se-ombyok. 19 penjuru mata angin jumlahnya mungkin kebanyakan, tapi keseimbangan milik mereka memang delapan. Jangan bertanya maksud, pahamilah sendiri, sebab bertanya boleh jadi sebab tidak tahu tapi juga kadang bertafsir ngetes. Jangan bimbang, banyak filsuf menafsirkan dunia tapi sedikit dari mereka yang berusaha mengubahnya, menjadi lebih baik tentunya. Andaikan semua manusia tahu bagaimana cara mencintai, dan bagaimana cara untuk saling mencintai tentulah semua bahagia. Mengalir bermiliar cahaya, aksara, jendela, kompor, fantasi beretorika tiada henti yang tanpa akal tak jadi. Apa sebenarnya akar dari segala kejahatan, nafsu itukah?, memang kurang ajar mereka, mengganggu saja. Anjing mereka menggonggong, meraung, berkokok, tapi diam saat tidur, ya mestilah bagaimana bisa bicara jika tak sadar dulu. Kumpulan sajak, puisi, insan kamil, kerinduan, nestapa, merawat beberapa keanehan bagi yang tidak atau belum mengerti, apa itu arti sesungguhnya hidup. Habis terkuras semua tenaga demi hal tak berguna, seperti begadang yang tak perlu kata embah Rhoma. Ruhut Sitompul, Sutan Batoeghana jancok orang gila biawak, sebenarnya ingin membangun atau menghancurkan bangsa ini, apalagi SuraBuaYa yang gak jelas kebijakanya. Polesan mega mendung es kopyor, jentik-jentik nyamuk yang diberantas kepala desa. Bolehlah, kan pak lurah tujuannya membangun bangsa. Uang atau airkah yang mengalir, to the poin, jangan membingungkan. Jika pabrik-pabrik tak lagi menghasilkan keringat yang diperas, dan elit sadar, muncul sense of crises. Senin, selasa, rabu, dan kamis akan ngerumpi, bergosip, makin digosok makin sip, balas membalas dengan jum’at, sabtu, minggu. Berjalan, merangkak, atau berlari bersama adidaya adikuasa komplotan kartel jebolan rumah sakit jiwa di cebongan, hehe. Hakim, jaksa, pengacara tak pernah jera meskipun keadilan telah ditegakkan oleh para preman, penjahat, bandit kelas kakap kelas teri, dan pencoleng ayam mbok darmi pembuat susu kuda liar. Mau dibawa kemana Indonesia di dalam sakumu itu, apa kau mau masukkan ke celana dalamu?, memang kau mau?, sori-sori jangan ngeres ya?. Bauran pengetahuan itu melintas silih berganti, kakinya lelah, matanya belok terbelalak ketap ketop tapi kecerdasannya lebih tinggi dari Alfa Edison sang raja penemu. Kimia unsur plus biologi sama dengan matematika, ah nggak mungkin. Merawat orang tua renta jelas mulia dari memandang rembulan tanpa hikmah. Apakah esok pagi akan seperti hari ini, atau hari ini akan seperti esok pagi. Banyak baca buku akan menyibak cakrawala, tapi jangan lupa membaca segala. Dunia ibarat buku, barang siapa tidak bepergian dia hanya membaca satu halaman saja. Indah, ganteng, cantik, baik, buruk, itu kata orang temanya si Relatif. Tapi sesat dan bodohnya mereka tak tau pengukurnya, lebih-lebih ukurannya, dan cara ngukurnya kali. Gestur jika terbaca bisa jadi bahaya bagi diri sendiri, api membakar yang terbakar. Jika kecil lebih berguna meski besarnya bisa makan semua entah harus telfon 112, 221, 122 atau 211, yang jelas bukan 212 yaa. Karena yang datang Wiro Sableng nanti, boncengan sama gurunya yang gendeng. Aku takkan membacanya setelah itu sampai kapanpun sebab begitulah, demikian prinsipnya bos. Apakah sbenarnya hitam, putih, atau abu-abu, yang paling merusak tujuan, pilihan baik, harmoninya padi juga pohon kurma sehingga di sudutkan. Tong sampah itu sama dengan kuntilanak yang menakut-nakuti warga kota karena membawa kutukan berbonus petaka berhadiah satu piring cantik pertumbuhan ekonomi tapi berbuntut polusi, liar, duplek, rontok pohonan, kesialan berujung kesengsaraan belaka. Tak bertuah, hilang diterkam angin, menjadi satpam bagi temanya hansip menuntut sanguis, bukan-bukan, maksudku melankolis, hmm. Ketika raja ARDATH menagisi anaknya MARLBORO yang diculik oleh kawanan perompak geng motor bertitel S. Ag, sori salah lagi, bertitel DUNHILL (Dunia Hilir mudik) yang dipimpin DJISAMSOE, bukan IWAN FALS, lalu disekap di GUDANG GARAM sampai di cokot-cokot nyamuk yang menusuk seperti DJARUM dan tikus hingga badanya pada BENTOEL. Mulai dari saat sang SURYA terbit sampai para STAR (mild) hadir berkali-kali selama 76 (tujuh enam) hari. Sampai akhirnya diselamatkan oleh pahlawan kesiangan berpangkat kopral dari ras kulit BLACK bejuluk APACHE berkuda hitam bernama KANSAS sehingga sang raja kembali bahagia dan berkata pada prajuritnya, kerjamu SAMPOERNA lalu memberinya penghargaan berupa lencana DJADJA serta menobatkanya sebagai pahlawan SEJATI. Melodi gubahan mozart dipadu dengan karawitan ala Gesang barangkali akan menghasilkan suara indah seperti campuran kicau kenari dan cucak rowo. Sesuatu diluar diri kita seringkali menerka-nerka membawa berbagai ketakutan, ancaman, prasangka, tapi sudahlah, itu takkan berpengaruh jika anda punya iman pada Ilahi. Sepatu hak tinggi yang di pakai beckam mencetak goal sekarang digantung, gantung sepatu diakhir musim 2013. Gantung sepatu kiasan bagi pemain bola, kalo dia PSK berarti mestinya bahasanya kalo gak gantung BH, yang notok gantung sempak, bener gak?. Ketika di tanya tentag filosofi telur orang pertama bilang, telur mencerminkan bahwa generasi tumbuh silih berganti. Orang kedua bilang, telur harus dirawat dengan baik agar setelah menetas menjadi ayam mudah didik ayamnya. Yang ketiga asal nyahut, ini yang paling bijaksana, kayaknya siih, soalnya wajahnya meyakinkan, dia jawab, telur harus segera diceplok selama masih segar kalo tidak ya belungker, busuk!(kadaluarsa). Ceritalah tentang tiga orang buta yang melihat gajah, karena banyak manfaatnya, membebaskan dari belenggu keterbatasan sudut pandang. Jika memang jatuh cinta, maksudku cinta, itu buta, orang yang cinta bakal, bakal apa ya, entahlah. Jangan terlalu banyak berulang kali bilang dsb, dll, sesuatu, dkk, tapi mohon bicaralah lebih jelas. Sepedah roda tiga yang diimpikan para balita temtu akan terasa bak barang mewah, bak limosin, dan cukup boleh gaul dan merasa bergensi bagi siapa saya kacung yang memilikinya. Sebagian dari tanda-tanda naksir itu baru duduk-duduk sebentar biasanya sudah tidak nyaman, rasanya deg-deg ser, mirip tanda-tanda wasir ya. 

Dari : Bayi berlari
            Mahasiswa Hubungan Internasional

No comments:

Post a Comment

Please comment by your kindness....thanks for your visit... : )