Human Security
“Seorang
muslim dengan seorang muslim yang lain itu ibarat bangunan yang saling kuat
menguatkan.” (Imam Bukhari dan Muslim)
Sejak
akhir perang dingin kata “human security”
mengalami perluasan penggunaan di lingkungan akademik mahasiswa, profesional
kebijakan serta advokat, dan adakalanya pada media masyarakat. Meski demikian,
dalam ranah UNDP frase wacana tersebut di hargai oleh satu pihak namun di sisi
lain diasumsikan sebagai “troubel”
atau tidak valid dengan mengabaikan kontennya. Pengambil kebijakan di banyak negara
ambisius membubuhkannya pada setiap kebijakan luar negerinya, sementara AS
demikian skeptis pada hal itu. Artikel ini berpendapat afirmatif, mengakui
bahwa paradigma tersebut akan besar berguna bagi tindakan militer AS dimasa
mendatang.
Faktanya,
pasca berakhirnya perang dingin, berbagai debat muncul sebab disulut provokasi
akademisi atau praktisi yang tak puas oleh konsepsi lawas dari “keamanan”.
Pijakan awal kesuksesan pendekatan baru ini terjadi pada 1993, dimana saat UNDP
mengeluarkan laporan perkembangan kemanusiaan tahunan resmi sampai definisinya
kian tajam merumuskan “human security”.
Human security telah di terjemahkan secara sempit, sebagaimana hanya penjabaran
keamanan dari agresi eksternal, proteksi kepentingan nasional pada kebijakan
luar negeri atau ancaman nuklir. Makna itu lebih mengacu hubunganya dengan
negara-bangsa daripada masyarakat. Dari hasil inovasi pendekatan baru akhirnya
didapati sebagian besar “keamanan” disimbolkan sebagai proteksi terhadap
ancaman kemanusiaan dari berbagai aspek: penyakit mematikan, kelaparan,
pengangguran, kriminalitas, konflik sosial, represi politik, dan bahaya
lingkungan. Dalam arti bahwa konotasinya berubah jauh, dari keamanan berbasis
alat perang menjadi keamanan berbasis pembangunan kemanusiaan berkelanjutan.
Pada
1999, grup yang terdiri dari 12 negara tersebut, melauncing konferensi setingkat
menteri “Human Security Network” dan
lantas membahas isu-isu seperti eliminasi tanah, kontrol tentara, pendirian
ICC, pendidikan HAM dan hak hukum, perjuangan melawan kejahatan interansional
serta HIV/AIDS. Bagi Afrika Selatan sebagai negara pelopor paradigma baru ini,
“keamanan” mencakup kondisi dimana individu hidup dalam kedamaian, kebebasan,
dan keamanan, berpartisipasi penuh dalam pemerintahan, menikmati hak fundamentalnya,
punya akses terhadap sumber daya dasar kehidupan, serta tinggal di lingkungan
dengan tidak terganggu. Berbagai manfaat telah ditorehkan oleh kondisi ini.
“Trust Fund for Human Security” bentukan Jepang sebagai donatur, Komisi
Keamanan Kemanusiaan yang didukung PBB sebab secara khusus dipromosikan sekjen
Koffi Anan, yang mana menghasilkan banyak manfaat bagi peningkatan intelegensi
masyarakat.
Konsep
yang secara signifikan diperdebatkan pasca berakhirnya perang dingin kebanyakan
berkisar pada empat pertanyaan mendasar :
1.
Siapa
dan apa yang seharusnya menjadi fokus-petuntuk objektif- dari keamanan?
2.
Siapa
dan apa ancaman-ancaman keamanan itu?
3.
Siapa
yang berhak secara prerogatif menyelenggarakan keamanan?
4.
Metode
apa yang tepat atau tidak tepat dalam menyelenggarakan keamanan?.
Ide ini akhirnya
mengembang biakkan model dan perpektif diantara para sarjana dan praktisi yang
berkisar dari mempertahankan pemikiran tradisional kearah mengadvokasi
pendekatan baru “feminis” dan “post-positivis”. Jika diskusi punya relevansi
terhadap perumusan kebijakan, itu akan berpegang pada “siapa” dan “apa” yang
dapat menyelenggarakan keamanan.
Hal demikian memipin secara natural
peda pertanyaan final: apa saja yang termasuk seni kemungkinan sebenarnya yang mewujudkan
tujuan tersirat dari sebagian besar visi keamanan kemanusiaan. Ini menyeret
kembali diskusi kita pada soal ancaman. Jika pendekatan ini berguna, secara
otomatis akan berdampak pada pencabutan kemungkinan konflik dari dimensi
potensial ancaman itu sendiri. Satu dari isu-isu definitif utamanya adalah
bahwa keamanan kemanusiaan haruslah memerintah keamanan global.
Dari : Bayi berlari
Mahasiswa
Hubungan Internasional

No comments:
Post a Comment
Please comment by your kindness....thanks for your visit... : )